Blogger templates

Rabu, 04 Maret 2015

Hazards Identification,
Risk Assessment and Control (HIRAC)

HIRAC adalah sebuah akronim. Kepanjangannya adalah Hazard Identification Risk Assessment and Control. Jadi ada tiga bagian utama dalam HIRAC, yaitu: upaya melakukan identifikasi terhadap bahaya dan karakternya, dilanjutkan dengan melakukan penilaian resiko terhadap bahaya yang ada, setelah itu merekomendasikan upaya.

Hazard (bahaya) didefinisikan sebagai “segala sesuatu yang berpotensi menyebabkan kerugian berupa cidera atau sakit”.

Risk (resiko) merupakan hasil dari kemungkinan sebuah bahaya menjadi  kecelakaan dikombinasikan dengan tingkat keparahan cidera/sakit pada sebuah kecelakaan yang terjadi. Resiko tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa ditekan menjadi seminimal mungkin.
Secara umum resiko dikategorikan menjadi tiga. Resiko rendah, resiko sedang, dan resiko tinggi. Pekerjaan bisa dilakukan bila mempunyai resiko rendah. Bila dari hasil penilaian diketahui bahwa resiko sebuah pekerjaan adalah “sedang” atau “tinggi”, maka pekerjaan tidak boleh di laksanakan. Harus diambil tindakan pengendalaian agar resiko sedang atau tinggi tersebut turun menjadi resiko rendah, barulah pekerjaan bisa dilaksanakan.
Untuk dapat menghitung nilai resiko, perlu mengetahui dua komponen utama yaitu Likelihood (kemungkinan) dan Severity (tingkat keparahan) yang masing masing-mempunyai nilai cakupan poin satu sampai lima.

Control (pengendalian) adalah upaya pengendalian untuk menekan resiko menjadi serendah mungkin. Pengendalian dilakukan secara sistematis mengikuti hirarki pengendalian yaitu: eliminasi, substitusi, rekayasa engineering, administrasi, dan APD.
HIRAC sendiri harus dibuat dan dipersiapkan sebelum pekerjaan dimulai. HIRAC bisa dibuat berdasarkan imajinasi terhadap sebuah pekerjaan yang akan dilaksanakan. Semakin berpengalaman seseorang dalam sebuah pekerjaan, bisa dipastikan semakin akurat imajinasinya dalam mengidentifikasi bahaya.
HIRAC harus ditinjau secara berkala untuk memastikan tetap sesuai dengan kondisi pekerjaan terkini. Apa bila diketahui bahwa banyak hazard yang tidak teridentifikasi pada HIRAC yang ada, maka lakukan revisi HIRAC.
Pihak yang terlibat dalam pembuatan HIRAC adalah Engineering Department (persiapan dan pembuatan), HSE Department (saran dan pengawasan), Lapangan (pelaksanaan dan revisi), Management (Legitimasi).
Ketika HIRAC telah selesai, sesegera mungkin dikomunikasikan dan diinformasikan kepada semua pihak secara proporsional. Komunikasi bisa melalui toolbox meeting, papan pengumuman, training, dll.

Rencana

Dalam perencanaan keselamatan dan kesehatan kerja di pergudangan dilakukan dengan cara mengidentifikasi bahaya yang ada dan melakukan penilaian terhadap kemungkinan dan keparahan yang diakibatkannya terhadap semua aktifitas,  peralatan dan proses kerja yang ada di pergudangan  ( contoh: Mengangkat barang,  kondisi forklift,  memidahkan produk dari tempat penyimpanan ke atas truk,  dll) sesuai prosedur Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) berikut ini:

PROSEDUR HAZARD IDENTIFICATION dan RISK ASSESSMENT
I.        TUJUAN
Dalam  melaksanakan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko sebagai dasar penyusunan activity plan,
bertujuan untuk :
1.        Mengidentifikasi semua potensi bahaya yang ada di area Gudang.
2.        Mengendalikan semua potensi bahaya yang telah teridentifikasi.

II.      RUANG LINGKUP
Prosedur ini berlaku di seluruh area Gudang/Departemen.

III.    TANGGUNG JAWAB
HSE Representative/Anggota HSE Committee tiap-tiap departemen,  kepala-kepala departemen & Bagian/HOD(s)  dan DR(s),  dan HSE Officer.

IV.     PROSEDUR

4.1     Mengidentifikasi Bahaya
  1. Setiap anggota HSE committee melakukan identifikasi bahaya di areanya masing-masing dengan menggunakan form Risk assessment.
  2. Identifikasi bahaya dilakukan pada setiap aktifitas, layanan dan produk yang ada di masing-masing area (diisikan pada kolom “potential hazard”).
  3. Bahaya yang dimaksud bisa berupa bahaya yang akan menimbulkan kecelakaan atau penyakit akibat kerja (terjatuh, tersengat listrik, kebakaran, penurunan pendengaran, dll).
  4. Selanjutnya dilakukan identifikasi penyebab potensial yang memungkinkan bahaya tersebut bisa terjadi (diisikan pada kolom “potential causes”).
  5. Penyebab potensial ini bisa berupa fisik (ketinggian, tegangan listrik terbuka, lantai licin, dll), kimia (terpapar bahan kimia, dll) atau biologi (bakteri patogen, dll).
4.2.          Evaluasi Resiko
  1. Setiap bahaya yang teridentifikasi harus dievaluasi tingkat resikonya dengan menggunakan form Risk Assessment.
  2. Potensi bahaya yang teridentifikasi dievaluasi tingkat keparahannya dengan mengisi kolom-kolom “severity”. Evaluasi ini mempertimbangkan : Legal requirements (LR), People injury (PI), Health Impact (HI) and Economical loss (EL).
  3. Tingkat keparahan bervariasi mengikuti petunjuk yang tercantum dalam  Risk  Assessment form.
  4.  Kolom Avg dalam kolom “severity” diisi dengan angka terbesar dari evaluasi potensi bahaya.
  5. Potential causes yang teridentifikasi dievaluasi tingkat kemungkinannya dengan mengisi kolom-kolom “probability”. Evaluasi ini mempertimbangkan : Frequency (F), Protection system (PS), Checking & Maintenance (CM) and People competence (PC).
  6. Tingkat kemungkinan bervariasi mengikuti petunjuk yang tercantum dalam Risk Assessment  Criteria.
  7.  Kolom Avg dalam kolom “probability” diisi dengan rata-rata dari evaluasi potensi penyebab.
  8. Hasil evaluasi “severity” dan “probability” ini setelah diplot pada diagram Risk evaluation akan digunakan sebagai dasar penyusunan program.
4.3.          Penyusunan program
  1. Hasil risk assessment menjadi dasar dalam penyusunan program dengan mempertimbangkan hasil ploting “severity” dan “probability”.
  2. Hasil ploting pada kuadran I berarti memerlukan program perbaikan yang bersifat urgent dan important.
  3. Hasil ploting pada kuadran II berarti memerlukan program perbaikan dengan prioritas tingkat kedua.
  4. Hasil ploting pada kuadran III berarti memerlukan program monitoring serta checking & maintenance yang konsisten.
  5. Hasil ploting pada kuadran IV berarti belum memerlukan suatu program tertentu.
  6. Hasil risk assessment harus disetujui oleh HSE Officer, ditandai dengan paraf  pada risk assessment form.
  7. Rencana kerja disusun dengan menggunakan form Activity Plan.
  8. Rencana kerja dilengkapi dengan rincian kegiatan, target yang terukur, time frame, dan personil yang bertanggung jawab.
4.4.          Penerapan dan pemantauan Program/Activity Plan
  1. Program yang telah disusun, dilaksanakan sesuai dengan waktu dan tanggung jawab masing-masing.
  2. Hasil penerapan dan pemantuan disosialisikan dalam pertemuan HSE committee atau pertemuan harian (Toolbox  meeting). Dalam rapat ini harus dibicarakan perkembangan pelaksanaan program dari masing-masing departemen.
  3. Jika ada hal-hal yang tidak dapat diselesaikan di tingkat rapat HSE committee ataupun pertemuan harian (Toolbox meeting), maka permasalahan dapat dibawa pada rapat tingkat manajemen.


Minggu, 01 Maret 2015

Safety

 test skill buat posisi HSE Spv di suatu perusahaan ada 10 soal.

1. Apakah yang dimaksud dengan manajemen Safety?
Jawaban : manajemen safety adalah bagian dari manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitkan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman efesien dan produkti 

2. apakah aturan yang mengatur tentang smk3 ?
Jawaban : pp no 50 tahun 2012. 
3.apa arti dari Rambu dan Garis Keselamatan ?
Jawaban : suatu benda atau matrial yg berfungsi sebagai pemberitahuan bahwa di sekitar situ ada bahaya... 

4. ada berapa jenis klasifikasi kebakaran yang anda ketahui? 
Jawaban : 4. Kelas A, B, C, D klasifikasi kebakaran. Klas A untuk kertas, kayu. Kelas B untuk bensin, kelas C untuk listrik. Kls D untuk metal
5. sebutkan Parameter apa saja yang dipakai untuk pengujian kelayakan lingkungan ?
Jawaban : 

6. apa sasaran dari pengelolaan lingkungan Hidup ?
Jawabn : Sasaran Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk mencegah, mengurangi dan mengendalikan kerusakan, degradasi dan pemcemaran lingkungan. Nilai semua parameter di bawah Baku Mutu Lingkungan (BML). 

 7. sebutkan dan jelaskan tentang 5S (kaizen) ?
Jawaban : 5s adalah Seiri, seiton, seiketsu, shitsuke, seiso, seiketsu... kalau bahasa indonesianya adalah 5 R .. Ringkas Rapi Resik Rawat Rajin. 
8. apa yang dimaksud dengan Nilai Ambang Batas ?
Jawaban : Batas paparan suatu zat yg dpat d trima oleh tubuh slama 8 jam/hari atau 40jam/ minggu 
9.berapakah NAB tingkat kebisingan?
Jawaban : Nilai Ambang Batas, adalah standar faktor faktor bahaya dilingkungan kerja atau tempat kerja sebagai kadar/intensitas rata rata tertimbang waktu yg dpt diterima tenaga kerja tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari hari untuk waktu tdk melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu. Dan menurut permenakertrans nomor per.13/men/x/2011 tahun 2011 tentang NAB Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja yaitu, 1) NAB Faktor Fisika adalah faktor didlm tempat kerja yg bersifat fisika yg terdiri dari iklim kerja, kebisingan, getaran, gelombang mikro, sinar ultra ungu dan medan magnet. 2) NAB Faktor Kimia adalah faktor didalam tempat kerja yg bersifat kimia yg terdiri dari bentuk padatan (partikel), cair, gas, kabut, aerosol dan uap yg berasal dari bahan bahan kimia. Dari paparan ini untuk NAB Kebisingan masuk kategori Faktor Fisika dimana berdasarkan permenakertrans nomor per.13/men/x/2011 tahun 2011, bahwa NAB Kebisingan adalah sebesar 85 decibel A (dBA)85 dBA (Alat ukur kebisingan bisa mengukur dengan pembebanan A dan C sehingga menghasilkan pengukuran dalam dBA dan dBC)
 
10. sebutkan klausul klausul pada Ohsas 18001
Jawaban : tandar OHSAS 18001 dibagi menjadi empatklausul. Klausul 1 sampai 3 adalah klausa umum yang berkaitan dengan Ruang Lingkup, Acuan publikasi dan Istilah dan Definisi. Klausul 4 ( Persyaratan Sistem Manajemen OHS) dibagi menjadi 06 Sub klausul Persyaratan Umum, kebijakan OHS, Perencanaan, Implementasi dan Operasi, Pemeriksaan dan Tinjauan Manajemen


Sejarah ilmu Keselamatan dan Kesehatan kerja diawali dengan munculnya perkembangan industri dalam skala besar. Pada masa lalu, alat-alat kerja sangat sederhana sehingga kecelakaan kerja pun relatif lebih kecil. Namun, saat ini alat-alat produksi sudah semakin canggih dan rumit sehingga memperbesar risiko terjadinya kecelakaan kerja. Hal inilah yang kemudian mengembangkan keilmuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hingga seperti sekarang.
logo-k3
Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah ilmu dan seni yang terdiri dari serangkaian metoda-metoda dalam melakukan intervensi terhadap sistem kerja sehingga menjamin keamanan dan kesehatan setiap sistem kerja yang dijalankan baik bagi pekerja, peralatan, maupun bagi lingkungan (Modjo,2009). Ilmu K3 bukanlah ilmu dasar, namun ia adalah ilmu campuran yang meliputi:
  • Ilmu Kimia dan fisika, yang akan membantu untuk menjelaskan apakah suatu substansi/zat berbahaya atau tidak. Misalnya: listrik, ledakan, material yang mudah terbakar, asam, dan lain-lain
  • Ilmu biologi (termasuk toksikologi, hygiene dan kedokteran), yang akan menjelaskan komposisi dan proses suatu organisme hidup. Misalnya: efek dari organisme berbahaya, respons tubuh terhadap substansi tertentu, pertolongan pertama, dan lain-lain
  • Teknik, yang akan memberikan dasar untuk membuat lingkungan kerja yang aman. Misalnya: pemberian tombol emergency pada mesin, desain yang ergonomis, serta perlindungan terhadap kebakaran
  • Psikologi, yang akan menjelaskan perilaku dari individu. Misalnya: dampak stress pekerjaan, perilaku memakai APD, keterlibatan dalam kegiatan K3, dan lain-lain
  • Sosiologi, yang akan menjelaskan perilaku seseorang dalam sebuah kelompok. Misalnya: proses manajemen, pola bekerja, komunikasi dalam organisasi, dll
  • Hukum, yang akan memberikan pengetahuan tentang apa yang harus atau tidak boleh dilaksanakan. Misalnya: SMK3, OHSAS, Perda lokal, dll
Inti dari Ilmu K3 ini adalah kegiatan identifikasi bahaya dan risiko sehingga bisa dilakukan pengendalian untuk mencegah kecelakaan kerja. Beberapa istilah yang harus dipahami:
  • Bahaya adalah potensi dari sebuah kondisi, keadaaan, perubahan kondisi atau keadaan yang dapat menghasilkan efek yang merugikan
  • Risiko adalah hasil dari kemungkinan dan konsekuensi semua bahaya dalam sebuah aktivitas atau kondisi. Risiko merupakan penilaian subjektif terhadap kemungkinan kecelakaan, luka atau kerugian
  • Kecelakaan adalah sebuah kejadian yang tidak diinginkan, tidak diprediksi, dan tidak disengaja
  • Penyakit Akibat Kerja adalah Penyakit akibat kerja ialah penyakit yg diidap oleh tenaga kerja dan orang lain yg disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja

Kisah tentang Orang yang Suka Marah.

Di suatu kampung, ada seorang yang pemarah. Kalau sudah emosi, mulutnya beracun, pedas dan selalu menyakiti orang lain. Dia tidak bisa mengendalikan diri sendiri, tidak bisa menjaga emosinya, terutama ketika kita marah.
Suatu hari dia bertemu dengan ayahnya. "Wahai anakku, aku akan memberikan pekerjaan padamu," kata ayahnya. "Apa itu ayah?" jawab orang itu kepada ayahnya. "Hari ini coba kamu masukkan paku-paku ini satu per satu ke pagar bambu di belakang rumah untuk setiap kali kamu marah
dan tidak bisa mengendalikan diri." Orang itu pun mengikuti perintah ayahnya. Tak lama kemudian, dalam hitungan hari, 37 paku sudah tertancap pada bambu.
Lantas melapor.

"Sudah selesai ayah. Aku sudah bisa memasukkan paku-paku itu ke pagar bambu belakang rumah untuk setiap kali aku marah, dan sekarang pakunya sudah habis,” lapor sang anak. "Coba mari kita lihat," kata Ayahnya, "Oke sekarang ada tugas baru, untuk setiap kali kamu bisa menahan marah dan tidak marah, kamu cabuti paku-paku itu satu per satu." Perintah itu pun dilakukan, dan orang itu untuk setiap kali tidak marah dan bisa menahan marah dia mencabuti paku-paku tersebut sampai habis.

Beberapa hari berselang, semuanya sudah tercabut lagi. "Ayah, paku itu sudah aku ambil semuanya, dan aku sudah bisa menahan marah." kata orang itu.

Lantas sang ayah mengajaknya anak ke tempat bambut dimaksud. "Wahai anakku, lihatlah bahwa untuk setiap kali engkau marah dan engkau tidak bisa menahan diri kemudian engkau menyakiti orang lain, adalah seperti engkau menusukkan paku-paku itu ke hati orang lain dan menyakitinya. Kemudian engkau meminta maaf kepada orang yang kamu sakiti dengan mencabut paku-paku itu dari hati mereka, lihatlah...bahwa bambu itu tetap berlubang akibat paku itu, tidak kembali seperti semula setelah engkau cabut paku itu.

Hati orang-orang yang kau sakiti akan tetap meninggalkan bekas luka, tak perduli berapa banyaknya engkau minta maaf," kata ayahnya.

Lalu mereka berhenti bicara sejenak sembari memandang dalam-dalam bekas lobang yang ada di bambu. Sambil menghela nafas, ayahnya melanjutkan nasihat. "Oleh karena itu, jagalah emosimu, tenangkan jiwamu dan jaga lisanmu agar tidak menyakiti orang lain. Sesungguhnya manusia yang baik itu adalah apabila orang lain merasa aman dari gangguan tangan maupun lisannya."


Minggu, 16 Desember 2012

Cara instal Win 7 dan 8 lewat flash disk

Cara ini saya peroleh dari teman saya yang sekarang lagi mengamdi di SMAN 1 LAROMPONG sebagai tenaga guru (guru TIK). Caranya : 

  1. Harus punya flash disk Minimal 4GB
  2. Harus Punya file Master Win atau 8 dalam bentuk formt ISO (bisa tanya sama om Google file dengan extensi ISO)
  3. Harus punya Software yang sudah terinstal di laptop atau PC Ultra Iso (untuk membuka file dengan extensi ISO)
  4. Flash disk di format dengan format FAT 32
  5. Masukkan Flash disk di USB Port pada laptop atau PC
  6. Buka File master Iso dengan mengunakan software Ultra ISO
  7. Blog semua file master win 7 atau 8 klik kanan send to Drive Tempat menmasukkan tadi flash disk
  8. tunggu sampai proses menyalin file dari laptop ke flasdisk selesai
  9. Kemuadian Restart laptop lalu tekan F2 plih boot dari USB drive
  10. proses penginstalan akan berjalan seperti umumnya 

demikian jika ada yang kurang mengerti silahkan beri koment 
 

Aqiqah Yazirah Yulianti

Hari masih pagi, matahari masih sembunyi di balik awan saat aku mulai merapikan kursi-kursi yang akan di gunakan untuk acara hari Aqiqah anak ke-2 dari pasangan Andi nurjazirah dan imran makka. 

Rencananya Aqiqah akan di laksanakan jam 11:30 waktu makan siang untuk wilayah Larompong, seperti biasanya acara seperti ini keluarga yang punya acara mengundang kerabat dekat dan para tetangga untuk datang mendo'akan si anak semoga kelak menjadi anak yang berguna buat keluarga, agama dan negaranya.

Sebelum para undangan datang Udtas yang akan mendo'akan si anak sudah tiba di kediaman kami untuk melaksanakan proses potong rambut yang menjadi salah satu syarat dalam pelaksanaan Aqiqah dan terus bergantian orang tua si bayi dan keluarga terdekat sambil memotong rambut juga sekaligus mendo'akan si bayi.

Berikut foto - foto proses acara Aqiqah Yazirah yulianti :








Semoga kelak Yazirah yulianti mnjadi anak yang berbakti kepada kedua oarang tuannya dan menjadi anak yang sholeha Amin ya rabbal alamin

Senin, 15 Oktober 2012

Mengenal Shutter Speed atau Kecepatan Rana

a.k.a Kecepatan Rana dalam bahasa indonesia . Shutter adalah semacam layer yang menutup sensor . Pada waktu kita men-jepret , Shutter ini akan terbuka selama bbrp waktu sehingga sensor bisa merekam cahaya yang masuk melalui lensa . Durasi pembukaan shutter inilah yang dikenal sebagai Shutter Speed . Logikanya , semakin lama shutter dibuka akan semakin banyak cahaya yang masuk . Dan sebaliknya semakin cepat shutter dibuka maka makin sedikit cahaya yang terekam .


Satuannya detik . Satuannya lebih mudah dipahami ketimbang satuan Aperture . Untuk mengurangi banyaknya cahaya yang masuk menjadi setengah sebelumnya (-1 stop ), waktu Shutter Speed tinggal di bagi 2 . Dan sebaliknya , untuk menambah cahaya menjadi 2x sebelumnya ( +1 stop ) tinggal di kalikan 2 . Pada kamera Nikon D50 , nilai Shutter Speed yang dapat digunakan pada kamera adalah 60 , 32 , 16 , 8 , 4 , 2 , 1s , 1/2 , 1/4 , 1/8 , 1/16 , 1/32 , 1/64 , 1/125 , 1/250 , 1/500 , 1/1000 , 1/2000 , 1/4000 . 1/4000 . Range nilai Shutter Speed pada kamera tipe/merk lain kurang lebih sama . Pada beberapa kamera pro , kecepatannya bisa sampai 1/8000s . Cukup cepat untuk memotret peluru yang melesat !!



Slow Shutter Speed


Teknis dengan menggunakan shutter speed yang rendah ( nilai besar ) . Biasa digunakan pada kondisi kurang cahaya , shutter dibuka lebiiih lama agar kamera dapat mengumpulkan cukup cahaya untuk menghasilkan gambar yg kita inginkan . Jika kita memotret suatu scene dengan beberapa obyek yang bergerak , akan menghasilkan sebuah efek baru yang keren .


Misal memotret lalu lintas di malam hari menimbulkan efek “jalur cahaya” / lightrail . Lampu dari mobil2 yang berseliweran direkam dalam sensor .

Foto by ^sean, on Flickr

Foto by ^sean, on Flickr

Slow speed juga bisa menimbulkan kesan dinamis pada foto kita . Seperti pada foto air dibawah . Foto ini aga tricky karena diambil pada siang hari dimana masih banyak cahaya . Triknya adalah kita mengurangi cahaya yang masuk ke sensor dengan memasangkan sebuah atau beberapa (stack) filter ND ( Neutral Density ) . Filter ini akan mengurangi cahaya bberapa kali dari semula ( tergantung level filter ND ) sehingga kondisi banyak cahaya pun akan tampak seperti malam .

Foto by jurvetson, on Flickr

Foto by jurvetson, on Flickr

Atau yang lebih extreem dengan menggunakan mode BULB dimana shutter akan tetap dibuka selama kita menekan tombol shutter . Biasanya cuman ada di kamera DSLR ( beli beli hehehe ) . Di malam yang gelap sekalipun , kita tetap bisa menangkap momen yang ada ,seperti merekam lintasan bintang-bintang di langit.

Foto dibawah ini diambil dengan shutter speed = 16 menit .

Foto by stignygaard, on Flickr

Foto by stignygaard, on Flickr


Slow Shutter Speed dan Tripod
Tripod adalah suatu yg mutlak dibutuhkan jika kita ingin berexperimen dengan foto-foto slow speed . Alasannya karena kamera harus ditopang oleh obyek lain selama shutter terbuka . Jika tidak , maka foto yang dihasilkan akan blur karena kamera goyang geser kesana kemari . Manusia normal ga akan kuat berdiri diam memegangi kamera selama bbrp sec tanpa goyang . Kecuali ente manusia robot yang bisa meng-hibernate diri sendiri :p . Well , tidak harus tripod sih .. obyek lain seperti karung pasir juga bisa . Yang penting cukup solid untuk menahan kamera selama shutter terbuka . Okeh ?





High Shutter Speed
Ini teknik menghasilkan foto dengan kecepatan shutter yang tinggi (nilai rendah) . Kalau yang ini tidak perlu tripod . Cukup dipegang manual oleh kita dan foto yang dihasilkan dijamin tokcer . Teknik ini berguna untuk menangkap sebuah momen yang terjadi . Memberhentikannya tepat di posisi yang kita inginkan . Biasanya digunakan untuk sport , satwa .

Foto by Thomas Hawk, on Flickr

Foto by Thomas Hawk, on Flickr


Atau dengan menambahkan sensor suara kita bisa menangkap momen ketika balon meletus .
Foto by ttstam, on Flickr
Foto by ttstam, on Flickr


Normal Speed
hehehe ini mah karangan saya sendiri . Maksudnya speed shutter yang biasa digunakan sehari-hari . Di fotografi ada sebuah aturan yang menyatakan bahwa shutter speed ideal untuk menghasilkan gambar yang tajam (tidak blur) adalah minimal sama dengan panjang Fokal dari lensa yang kita gunakan . Misal , kita hendak memotret sebuah obyek dengan panjang Fokal 200mm maka shutter speed yang idealnya adalah 1/200sec . Untuk DSLR dengan crop factor 1,5x (Nikon) maka panjang fokalnya harus dikalikan 1,5 dulu..berarti minimal shutter speed adalah 1/300sec !! Setting shutter speed 1/300sec mudah didapatkan pada siang hari . Malam hari ? jangan harap .. Jadi pinter-pinter lah mencari sikon dan paham setting kamera agar kita mendapatkan shutter speed yang ideal . Itu aja sih intinya .. biar foto yg dihasilkan tidak blur ..
Eh foto blur tidak selalu jelek lho .. tajam juga tidak selalu bagus . Tergantung anda bos !! sang fotografernya . Jika kebetulan ada ingin meng-invoke sebuah “ketidakjelasan” lewat sebuah foto yg blur .. ya monggo !! asal penikmat foto juga mengerti maksud anda .. ya beres !! Itulah asyiknya fotografi.. UNLIMITED !!! . Tapi untuk kondisi normal kan biasanya orang prefer foto yang tajam dan tidak blur tho ? ya tho ?

Kaitan dengan Exposure
Seperti yang sudah saya ulas sebelumnya di Belajar Mengenar Aperture , exposure adalah kemampuan kamera untuk mengumpulkan cahaya yang masuk . Cahaya ini makanannya kamera .. Terlalu banyak foto yang dihasilkan akan terang benderang , terlalu dikit akan kegelapan . Pada umumnya , kita prefer yang tengah-tengah saja . Shutter Speed adalah salah satu dari 3 elemen penentu exposure . Lainnya adalah Aperture ( baca artikel sebelumnya ) dan ISO / ASA . Aperture dan ISO-pun juga bisa di atur dalam kamera , menentukan banyaknya cahaya yang masuk ke kamera .

Misal kita ingin menangkap momen sebuah artis rocker yang sedang manggung pada malam hari . Namanya rocker suka jingkrak-jingkrak , nah kita ingin menangkap ketika dia lagi jingkrak :) . Karena malam hari , kamera kekurangan cahaya untuk merekam momen itu .  Hemat saya , minimal speed 1/500sec lah .. Untuk mencapai speed sekian kita bisa merubah settingan 2 elemen lain yaitu Aperture dan ISO . Aperture , kita setting nilainya sekecil mungkin (bukaan besar) dan ISO sebesar mungkin . Berdoaaa dan bersyukur agar dapat speed yang kita inginkan . Jika tidak , cari sudut lain yg mungkin memberikan banyak cahaya lebih.. atau ganti kamera / lensa . Kameran / Lensa-lensa 
 
Sumber : http://tukangmoto.wordpress.com/ 

TEKNIK MENGGUNAKAN KAMERA DSLR

MENGGUNAKAN KAMERA DSLR


NIKON D90


Sekarang ini banyak sekali bertebaran kamera DSLR,banyak sekali penghobi fotografi yang baru belajar teknik fotografi,sama sih aq juga masih belajar,jadi kumpulin dari berbagai macam source yang ada,pengen share aj yang  aku taudi tambah info tambahan dari berbagai  media.sekalian belajr bareng.
Buat yang baru masuk dunia fotografi mungkin masih bingung dan awam dalam fotografi, berikut saya mau mencoba untuk menjelaskan dan memberi tutorial sederhana tentang dasar pemahaman kamera dan teknik dasar fotografi.
Mengenal fotografi dan kamera.
Fotograafi
Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Foto ( Cahaya ) dan Graphia ( menulis / menggambar ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar.
Kamera SLR
Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik ( viewfinder ) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa. Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa.
Seperti dibahas terdahulu, fotgrafi berkaitan erat dengan cahaya, maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed ( Kecepatan Rana ) dan Aperture ( Diafragma ).

Shutter Speed
Shutter speed atau kecepatan rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Semisal cahaya terang pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan

Aperture
Aperture atau diafragma merupakan istilah untuk bukaan lensa. Apabila diibaratkan sebagai jendela, maka diafragma adalah kiray / gordyn yang dapat dibuka atau ditutup untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk. Pada kamera aperture dilambangkan dengan huruf F dan dengan satuan sebagai berikut:
f/1.2
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst…
Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa ( f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0 ).
Jadi, korelasi antara shutter speed dan aperture adalah bahwa semakin besar bukaan lensa, maka shutter speed akan semakin cepat, sebaliknya semakin kecil bukaan lensa, maka shutter speed akan semakin melambat



Mode pada kamera DSLR
mode kameraSetiap kamera punya istilah masing – masing untuk pengaturan mode. Berikut dijelaskan untuk beberapa tipe kamera saja.

Pada kamera Nikon D90 terdapat 11 mode pemotretan (kebetulan punya sendiri)


M= Full Manual
Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.
A= Aperture Priority
Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.
S= Shutter Priority
Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.
P= Program
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.
Auto
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal “jepret” saja.
Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.
Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.
Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.
Moving Object
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.
Night Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan pada malam hari.
Night Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto portrait malam hari atau cahaya redup.[/spoiler]

Pada kamera Canon 350D terdapat 12 mode pemotretan:
Kalau ini saya sendiri kurang tau,saya copast dr berbagai sumber



A-DEP= Automatic Depth of Field
Pada mode ini, pengaturan fokus foreground dan background diatur secara otomatis oleh kamera sehingga lebih memungkinkan untuk menghasilkan foto yang tajam baik pada foreground maupun background.
M= Full Manual
Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.
Av= Aperture Value Priority
Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.
Tv= Time Value Priority
Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.
P= Program
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.
Auto
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal “jepret” saja.
Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.
Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.
Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.
Moving Object
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.
Night Scene
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pada malam hari.
No Flash
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun apabila pada mode auto lainnya built in flash akan otomatis pop up apabila cahaya dirasa kurang, pada mode ini built in flash tidak akan menyala sama sekali, sehingga shutter speed dan aperture akan lebih berperan untuk mengimbangi kebutuhan cahaya
Pengaturan cahaya
Exposure
Setiap kamera memiliki light meter yang berfungsi mendeteksi intensitas cahaya. Sebelum menekan tombol shutter, apabila menggunakan kamera pada mode manual ada baiknya memperhatikan exposure meter terlebih dahulu.
Tampak pada gambar di atas bar yang mengindikasikan exposure. Apabila ingin menghasilkan foto dengan cahaya yang baik, letakan bar pada posisi tengah ( normal exposure ), namun apabila menghasilkan foto yang lebih terang, geser bar ke arah tanda + ( menjadi over exposure ), dan sebaliknya, untuk hasil foto yang lebih gelap geser bar ke arah – ( menjadi under exposure )

Setelah mengetahui sekilas tentang dasar fotografi, sekarang mari belajar teknik dasar fotografi.


1. Depth of Field a.k.a. DOF
Depth of field atau sering disingkat menjadi DOF merupakan salah satu teknik fotgrafi yang paling dasar. Setiap foto memiliki kedalaman ( depth ) yang terbagi atas foreground ( depan ) dan background ( belakang ). Fokus pada lensa kamera dapat dikendalikan atau diarahkan pada objek tertentu. Pengendalian Depth of Field berguna untuk membatasi fokus pada foto dan lebih memberi kesan hidup pada foto.
Contoh berikut menunjukan DOF pendek dengan fokus pada foreground:



Contoh berikut menunjukan DOF pendek dengan fokus pada background:



Contoh berikut menunjukan foto DOF panjang / dalam, dengan fokus pada foreground dan background.



Berikut contoh perbandingan hasil foto pada panjang fokal lensa dan diafragma yang berbeda:



2. Freeze

Setelah memahami DOF yang berkaitan dengan aperture, kali ini akan dijelaskan tentang freeze, dimana sangat berkaitan erat dengan shutter speed. Foto freeze bertujuan untuk mengabadikan suatu moment dengan gerakan cepat sehingga dapat tertangkap oleh kamera sebagai gambar diam, seperti foto tetesan air, ledakan, atau foto ketika orang sedang melompat dan lain sebagainya. Yang paling utama dalam mendapatkan foto freeze adalah mengatur shutter speed secepat mungkin ( misal 1/500 detik, 1/1000 detik, hingga 1/8000 detik ). Karena tuntutan shutter speed yang cepat, maka tentunya cahaya yang dibutuhkan sangat banyak, maka dari itu biasanya foto freeze amatir lebih banyak dilakukan di ruang terbuka pada siang hari dimana cahaya matahari bersinar terang. Bukan tidak mungkin untuk memperoleh foto freeze pada malam hari atau cahaya yang minim, namun peralatan pendukung mutlak diperlukan seperti flash atau bahkan lampu studio dengan kecepatan singkronisasi yang tinggi pula.

Berikut contoh foto freeze:



Pertanyaan yang sering dilontarkan:
frequently asked question
1. Mengapa foto yang dihasilkan gelap?
Jawab: Karena cahaya yang ada kurang memadai, sehingga foto menjadi under exposure. Coba untuk naikan ISO agar shutter speed dapat menjadi lebih cepat.
2. Mengapa masih tampak pergerakan / gambar yang dihasilkan buram?
Jawab: Bisa jadi karena shutter speed kurang cepat mengimbangi kecepatan objek, namun apabila buram bisa jadi juga karena fokus lensa tidak tepat jatuh pada objek
3. Movement
Bertentangan dengan foto freeze, foto movement bertujuan memperlihatkan pergerakan objek dengan shutter speed yang rendah, sehingga pergerakan objek dapat tampak pada hasil foto. Shutter speed yang digunakan cenderung rendah agar pergerakan objek dapat terekam ( misal 1/5 detik, 1 detik, dst ), namun yang patut diperhatikan adalah kamera harus tetap dalam posisi statis agar background daripada objek tetap fokus walaupun shutter speed lambat.

Berikut contoh foto movement:



Pertanyaan yang sering dilontarkan:
frequently asked question
1. Mengapa foto menjadi putih dan gambar tidak jelas?
Jawab: Cahaya pada saat pengambilan foto surplus, sehingga menjadi over exposure. Untuk mensiasatinya, perkecil bukaan lensa dengan menaikan aperture.
2. Mengapa foto menjadi buram semua?
Jawab: Karena kamera mengalami pergerakan pada saat shutter terbuka, sehingga gambar yang dihasilkan menjadi blur. Untuk menghindari hasil yang blur, gunakan tripod atau letakan kamera pada tempat yang statis dan stabil.[/spoiler][/spoiler]
4. Panning
Panning Mirip dengan metode foto movement, namun dalam foto panning gerakan objek lebih ditampilkan melalui background yang bergerak. Prinsip dasar foto panning sama dengan foto movement, hanya saja pada saat pemotretan, kamera ikut bergerak mengimbangi gerakan objek, sehingga objek tetap fokus namun background yang dihasilkan bergerak.

Contoh foto panning:



Cara foto panning:
Bidik sasaran bergerak ( pada umumnya mobil ), tekan tombol shutter 1/2 agar fokus mengunci objek, gerakan kamera mengikuti objek seketat mungkin agar objek tetap fokus, sekiranya dirasa gerakan kamera sudah mengimbangi gerakan objek, tekan tombol shutter penuh dengan kamera yang tetap bergerak mengikuti objek.

Pertanyaan yang sering dilontarkan:
frequently asked question
1. Mengapa foto buram semua?
Jawab: Bisa jadi karena gerakan kamera tidak sesuai dengan gerakan objek. Cobalah percepat shutter speed dan coba untuk mengikuti gerakan objek seketat mungkin.
2. Mengapa foto fokus semua?
Jawab: Bisa jadi karena shutter speed terlalu cepat dan atau kamera kurang digerakan pada saat pemotretan

5. Bulb
Foto bulb dapat diperoleh melalui mode manual dengan mengatur shutter speed pada setting paling lambat ( BULB ), dimana shutter akan terus terbuka selama tombol ditekan dan akan menutup kembali pada saat tombol dilepas. Yang patut diperhatikan pada foto bulb adalah posisi kamera yang mutlak harus statis, maka gunakanlah tripod untuk menghasilkan foto bulb.

Contoh foto bulb pada lalu lintas kota malam hari:


 Sumber : http://antslearning.wordpress.com/